“Nikah itu enak, tapi jangan keenakan”

Tahun 2015 ini adalah salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya, yaitu berhasil menghilangkan berat badan sampai 25 kg. tulisan ini saya bikin secara sadar dalam kondisi berat badan 95 kg yang tentunya masih jauh dari ideal, tapi bayangkan ditanggal yang sama tahun lalu, berat saya mencapai 120 kg (kalo nginjek timbangan bisa kembali di angka 0 bahkan lebih). MENGERIKAN !!! Beberapa orang sempat menasehati  saya untuk menurukan berat badan tapi semakin saya dinasehati semakin depresi saya untuk memulai diet. Sempet putus asa soal berat badan  dan kehilangan motivasi sampai akhirnya ada suatu momen motivasi yang menemukan saya.

IMG_8082

ANAK dan ISTRI, mereka adalah motivasi terbesar saya untuk memulai hidup sehat. Saya ingin menikmati hidup sehat lebih lama bersama mereka. Sebagai seorang anak, saya punya pengalaman dimana Ayah saya (yang kini sudah almarhum) mengalami sakit gagal ginjal dan mulai cuci darah di usia saya yang masih 13 tahun. Sedikit sekali memori yang saya habiskan dengan kegiatan fisik bersama almarhum. Belum lagi saya melihat repotnya ibu saya mengatur waktu untuk mengurus suaminya, bekerja, dan mengurus anak-anaknya. Ada faktor psikologis dimana saya yang tidak ingin mengulangi momen tersebut kepada anak dan istri saya. Saya harus hidup sehat lebih lama. Nasehat ibu saya yang menjadi titik balik saya untuk membuat perubahan besar. Ibu saya bilang “lihat anak kamu, kalo kamu sayang sama dia jaga kesehatan kamu, karena dia butuh kamu“.

IMG_8086

PEKERJAAN. Sebagai seorang yang bekerja di industri hiburan, penampilan dan kebugaran menjadi hal yang wajib sebagai tuntutan pekerjaan. Setiap saya melihat foto saya sering merasa tidak percaya diri dengan penampilan. Penyiksaan buat pekerjaan saya ketika menjadi seorang Host atau MC ketika ada sponsor yang mewajibkan saya memakai seragam atau kostum yang sudah disiapkan pihak panitia JARANG ADA YANG MUAT HAHAHA. Jangankan memakai baju untuk bekerja, mencari baju untuk sehari – hari yang MUAT saja sulit sekali.

IMG_8095

 

image

 

Sampai hari ini banyak teman – teman atau orang di sosial media saya yang bertanya “BAGAIMANA SIH TIPS DIET DAN NGURUSIN BERAT BADAN?!!”. Hari ini saya akan coba berbagi. Ini bukan tips yang valid, saya hanya berbagi cerita saya yang mungkin saja bisa dicoba.

MINDSET

Untuk menurunkan berat badan yang hal terpenting adalah mindset kita terhadap pola hidup kita sehari-hari. Pola hidup ini adalah pola hidup terhadap makanan, olahraga, dan istirahat. Awal Desember 2014 saya memutuskan memulai diet saya setelah melihat hasil timbangan yang berada di titik 120 kg. Mulai hari itu saya memutuskan untuk sama sekali tidak makan nasi putih. Sulit sekali sebagai anak keturunan Sumatra Barat yang dari kecil terbiasa mengkonsumsi nasi putih 3 x sehari menjadi tidak sama sekali. Dari kecil di kehidupan keluarga saya terbiasa mulai dari sarapan sampai makan malam di meja makan terhidang makanan ala restoran sederhana bahkan beberapa teman saya bilang kalau main ke rumah saya buat mereka rasanya seperti makan di hari lebaran, MEWAH.

Saya mulai perlahan menghilangkan nasi putih dari menu makanan saya, mulai dari 1x sehari sampai tidak sama sekali. Awalnya memang berat, apalagi jika lagi berada diluar rumah untuk mencari makanan penggantinya. Tapi setelah sebulan saya mulai terbiasa makan lauk tanpa nasi. Saya bertahan tidak makan nasi sampai di bulan Februari 2015. Ternyata makan sehari-hari tanpa nasi putih itu biasa saja, ini cuma masalah kebiasaan saja. 3 bulan pertama saya menjalankan diet tanpa olahraga karena saya ingin memperbaiki dulu mindset saya tentang konsumsi makanan. Sekarang sesekali saya makan nasi putih sebagai kebutuhan karbohidrat saya. Durasinya mungkin seminggu sekali atau seminggu dua kali, dan biasanya kalau saya lagi pulang kerumah ibu saya. Makan nasi bukan lagi sebagai kebutuhan untuk saya tapi lebih ke rasa rindu saya kepada ibu saya. Masakan ibu saya masakan nomor satu di dunia HAHAHAHA.

image


image

SELALU SADAR

Kenapa saya tulis SELALU SADAR, karena banyak orang yang berbobot gendut hidupnya banyak tidak sadar kalo dirinya itu Gendut. Saya termasuk yang terlambat sadar kalo tubuh saya sudah mengalami obesitas. Setelah menikah di akhir tahun 2012 dan punya anak setahun kemudian, hidup saya berada di zona nyaman dan akibatnya berat saya naik drastis sekitar 20 kg sampai akhir tahun 2014. Saya menyebutnya sebagai POST MARRIED SYNDROM dimana kebanyakan laki – laki yang hidup di “zona nyaman” setelah menikah dan tidak terlalu peduli dengan penampilan sehingga salah satunya berat badan bertambah drastis. Menikah itu ENAK tapi jangan KEENAKAN. Sebagai orang yang obsesitas saya selalu “denial” terhadap berat badan dan tidak terlalu memperdulikan penampilan. Kebanyakan orang gendut juga selalu berlindung dibalik “quotes-quotes” pembenaran menjadi orang gendut. Saya punya banyak ilmu “denial” jika orang mempertanyakan masalah berat bedan saya, dan saya tau sekarang itu SALAH BESAR

“Ya ngga apa-apalah gue gendut, yang penting kan gue sehat”

Dari penelitian ilmu kedokteran sampai hari ini tidak pernah ada yang menjelaskan kalo orang gendut/obesitas itu sehat. Menjadi obesitas itu ibarat bom waktu yang siap meledak kapanpun dan dimanapun. Hari ini kita memang sehat tapi satu hari si kegendutan iniakan menggerogoti kesehatan. Penelitian kedokteran juga banyak yang mensurvey banyak orang yang sebenarnya hanya terlihat sehat padahal sebenarnya dalam kondisi sakit, dan itu kebanyakan dari golongan-golongan obesitas.

“yahelah gendut aja yang mau sama gue banyak, apalagi gue kurus ngantri orang pasti naksir sama gue”

“gendut-gendut gini lo liat tuh istri gue cantik kan”

Lagi – lagi pembenaran si orang gendut adalah BIG IS BEAUTIFUL. Sudahlah hentikan pembenaran soal ini. Kita sadar penampilan obesitas itu tidak enak dilihat daripada orang yang mempunyai berat badan ideal. Jika memang GENDUT itu CANTIK coba sebutkan apakah seumur hidup ini ada negara yang mengirimkan kontestan di ajang MISS UNIVERSE dengan berat badan obesitas???.  Saya rasa kita sepakat yang enak dilihat itu yang mempunyai berat badan ideal, jadi sudahlah jangan lagi berlindung di zona nyaman dengan quotes BIG is BEAUTIFUL. Mulailah menertawakan bentuk tubuh gendut kita sendiri sehingga kita sadar bahwa bentuk tubuh gendut itu tidaklah baik.

Kesadaran yang terakhir adalah kesadaran dalam mengkonsumsi makanan. Saya termasuk orang yang emotional eating. Jika saya kesal, sedih, galau, marah atau apapun makan adalah pelarian yang paling instant. Selama ini hidup saya salah. Makanlah dalam keadaan sadar lalu berfikirlah sebelum makan apakah saya butuh makan makanan ini atau saya hanya ingin merasakan sensasi enak dimulut dan membahagiakan perut. Mulai cari tau makanan apa saja yang baik untuk kesehatan dan makanan mana yang bahaya secara perhitungan kalori dan kesehatannya. Tidak sulit, googling saja pasti banyak ditemukan sumbernya.

IMG_8085

FAKTOR LINGKUNGAN

Saya beruntung berada di lingkungan yang mensupport program diet saya setahun ini. Semesta sepertinya mendukung saya untuk terus berusaha setiap harinya berusaha memangkas berat badan ini. Partner siaran saya di radio, JOEY, yang punya masalah sama Di akhir tahun 2014, dia pergi ke sebuah tempat konsultasi kesehatan dimana setelah iseng – iseng cek kesehatan dia mengalami kekentalan darah yang sama dengan usia 62 tahun. GILA !!! setelah dia bercerita saya jadi berfikir kalo hidup saya seperti ini terus jangankan sehat, untuk hidup saja mungkin kita berdua pasti gak akan lama. Mulai dari hari itu kita berdua komitmen untuk memulai hidup sehat dan menurunkan berat badan. Mempunyai “PARTNER DIET” adalah salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi keberhasilan sebuah diet. Karena merasa beban sepenanggungan, PARTNER DIET bisa jadi tempat kita untuk meluapkan emosi ketika diet, tempat curhat, berbagi informasi, dan pastinya saling memotivasi. Sampai hari ini si “PARTNER DIET” saya itu sudah berhasil menurunkan berat badannya 24,5 kg (kalo mau liat instagramya ada di @DIMASZJOEY disitu dia juga ngepost journey dietnya setahun ini).  WE DID IT BRO !!! .

Di awal paragraf saya bilang entah kenapa semesta sepertinya mendukung, karena dalam perjalanan saya orang – orang disekitar saya jadi memulai untuk hidup sehat juga. Mulai dari istri, kakak, teman sekantor sampai orang yang Cuma kenal di twitter memulai perjalanan hidup sehatnya dengan olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Dari awalnya yang saya hanya berdua dengan JOEY sekarang lingkungan disekitar saya juga melakukannya jadi saya tidak lagi mencari “PARTNER DIET”.

IMG_7061

DEKLARASI

Jangan malu mengakui sedang dalam program diet ke orang lain. Jangan malu mengakui kita adalah golongan obesitas. Kasih tau ke orang – orang kalo kita lagi mencoba untuk diet dan memulai hidup sehat. Silahkan disebut pencitraan selama kita bisa mempertanggungjawabkan pencitraan itu. Paling tidak saya akan malu jika saya gagal berkomitmen setelah deklarasi ke orang-orang. Satu hari orang yang mencibir itu akan mengikutinya juga kok, Saya sudah membuktikannya.

MAKAN, OLAHRAGA dan ISTIRAHAT

Saya beruntung pernah interview ANDIEN yang banyak dijadikan role model bentuk tubuh ideal oleh banyak orang, saya bisa nanya tips diet gratis hahaha. Di sesi interview siaran radio, saya bertanya bagaimana pola diet yang baik dan dia menjelaskan  keberhasilan diet itu 70% di pola makan 30% pola olahraga.

Simage image

Selama setahun ini nasi putih mungkin bisa saya hitung dengan jari dalam menu makanan saya sehari-hari. Banyak orang yang lebih valid menjelaskan tentang pola makan karena sayapun banyak mencarinya di internet. Karbohidrat, Tepung dan Gula yang jelas sangat menjadi musuh bagi orang yang menjalankan program diet. Dulu minuman teh dalam kemasan adalah favorit saya, bisa 2x sehari saya meminumnya. Sekarang untuk konsumsi gula saya selalu berfikir “ KENYANG ENGGA GENDUT IYA” sekali lagi berfikirlah yang sadar sebelum mengkonsumsinya. Mie instant juga menjadi favorit saya, bahkan hitungannya mungkin hanya cemilan. Dulu , 2 bungkus saya makan tanpa ada dosa sedikit pun. Setelah saya tau jumlah kalorinya saya jadi merasa dosa ketika akan memakannya. 1 bungkus mie intant kalo tidak salah setara dengan 300an kalori atau sama saja bisa kita hilangkan dengan berlari sejauh 5km. KARBOHIDRAT, TEPUNG DAN GULA itu musuh orang diet. Bertemanlah dengah AIR PUTIH, SAYUR, BUAH, dan PROTEIN dalam jumlah yang benar.

Awal tahun sampai bulan MEI saya sangat menjaga pola makan saya sangat ketat bahkan terlalu ketat. Saya pernah mencoba diet mayo ala MONA RATULIU (yang saya dapat dari partner siaran saya hasil googling) dan berhasil menurunkan berat 5 kg dalam waktu 2 minggu. Setelah itu saya bahkan tidak menyentuh apapun yang mengandung karbohidrat.

image

Pola olahraga juga semakin hari semakin bernafsu untuk terus menaikan intensitasnya. Setiap hari saya jogging 5km, pergi ke gym, freeletics, dll. Hasilnya berat badan turun tapi justru musibah datang. saya SAKIT.  Awal bulan JUNI saya didiagnosa ada gangguan liver (atau biasa disebut sakit kuning). Saya melupakan pola istirahat. Sebagai penyiar radio yang banyak bekerja sampai malam hari, saya tidak terlalu memperhatikan pola istirahat saya. Malam begadang, pagi harinya sikat lagi olahraga. Ternyata saya salah. Selama bulan puasa tahun 2015 saya bedrest dirumah, 3 minggu saya tidak bisa berkegiatan fisik hanya tidur dan makan. Tersiksa sekali rasanya dimana saya sedang berada di pola hidup tersehat saya seumur hidup justru saya mengalami sakit terparah juga dalam hidup saya. Di bulan September kemarin akhirnya saya mulai bisa kembali pelan-pelan olahraga dan memulai lagi pola yang lebih sehat dengan menjaga POLA ISTIRAHAT. Konsumsi makanan tetap saya jaga dengan mengurangi karbohidrat, tepung dan gula. Pola olahraga saya jaga seminggu maximal 5x dengan 2 harinya istirahat. Saya juga mulai menambah dengan suplemen WHEY MILK PROTEIN sebagai nutrisi tambahan saya dalam berolahraga.  Alhamdulillah hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Intensitas olahraga juga mulailah dengan pelan pelan saja. Bulan April 2015 saya mulai dengan jalan kaki 5 km selama 1 jam dan hari ini saya sudah bisa berlari 5 km dengan durasi 38 menit. Lakuin aja olahraga jangan banyak dipikirin. DIET YANG BAIK ADALAH DIET YANG DIMULAI. Belum terlambat dimulai dari sekarang, tahun 2016 bisa jadi tahun perubahan. Orang lain bisa saya juga pasti bisa dan kamu pasti juga bisa. Jangan putus asa dan sedih kalo timbangannya belum turun, karena percayalah tidak ada olahraga yang sia-sia. Berat kita tidak akan naik 10kg dalam seminggu, jadi tidak mungkin juga akan turun 10kg dalam seminggu. SLOW PROGRESS IS BETTER THAN NO PROGRESS

 

IMG_8089

Enter a caption

Sampai hari ini saya tidak pernah menyangka akan bertahan sampai sejauh ini. 15 – 20 kg lagi menuju berat badan ideal saya rasa hal yang sangat realistis untuk saya jalankan kedepannya. Terima kasih untuk ibu saya yang tidak bosan mengingatkan saya untuk jaga kesehatan setiap harinya. Terima kasih untuk Irena, istri saya yg sering mengatur menu makan dan memberi support setiap harinya. Terima kasih keluarga saya untuk doanya. Terima kasih untuk Joey dan Anka partner siaran + partner diet saya. Terima kasih untuk Mona Ratuliu yg sudah berbagi menu diet di blognya hahaha. Terima kasih untuk ALLAH SWT yg memberikan hidayahnya. Saya membuat tulisan ini hanya ingin berbagi dan siapa tau juga bisa menginspirasi, karena saya juga banyak terinspirasi dari kisah sukses diet orang – orang di blog dan internet.

SOMETIMES YOU GO LOOKING FOR MOTIVATION BUT SOMETIMES MOTIVATION FINDS YOU. SEHAT ITU TUJUAN, MENJADI KURUS ITU BONUS BAHKAN JACKPOT HITUNGANNYA. JANGAN BANYAK BERFIKIR UNTUK MEMULAINYA LAKUKAN SAJA SEKARANG DAN SETIAP HARINYA. SOMETIMES I FEEL GIVING UP, THAN I REMEMBER I HAVE LOT PEOPLE PROVE WRONG. FIND YOUR MOTIVATION AND DON’T LOSE IT !!!

Advertisements

Gue, Microphone dan Bokapnya….

Persoalan interview memang jadi salah satu elemen penting buat seorang penyiar radio. Para penyiar radio dituntut buat bikin gimana sebuah talk show dikemas informatif tanpa menghilangkan esensi fun dalam output siarannya. Masalahnya, gimana kalo persoalan pribadi bercampur dengan persoalan pekerjaan? Jawabannya pasti tuntutan professional harus nomor 1.klise

Pernah 2 kali kejadian dalam hidup gue dimana gue harus menginterview orang yang ada di dalam kehidupan pribadi gue menjadi seorang bintang tamu dalam program siaran gue.

Pertama, Ibu Dosen Killer.

Kebayang ngga lo harus interview dengan suasana hati yang ceria sementara tamu yang lo interview adalah seorang dosen galak yang biasa marah – marah dikelas pada saat lo kuliah. Tahun 2008 gue pernah interview salah satu dosen gue bukan untuk urusan kuliah tapi urusan promo bandnya dia. Si dosen gue ini selain aktif menjadi seorang pengajar dia juga aktif menyalurkan hobi bernyanyinya dalam sebuah Band yang bernama “ The Profesor”. Band ini adalah gabungan para dosen dan professor di UI yang mempunyai kesamaan bermusik yang akhirnya sepakat secara mufakat untuk bikin band dengan aliran “yang katanya” Jazz itu.

Jujur gue nggak berani menuliskan namanya disini, yang jelas salah satu personel dari band ini adalah dosen gue (#MendadakCupu). Sebutlah wanita bersasak ini bernama “Ibu Sasak”. Posisi gue sebagai yang interview serba salah, mau serius nanti interviewnya jadi kaku tapi mau sedikit becanda didepan gue ada dosen killer yang super serius mengajar gue di kelas. Untungnya personel yang datang cukup banyak jadi gue bisa mengarahkan pertanyaan ke personel band lainnya. Di akhir interview gue akhirnya mengaku bahwa gue adalah salah satu murid sang dosen. Si “Ibu Sasak” pun bilang ‘ Ya ampunnn kamu siaran disini toh? Kapan – kapan saya rikues ya?HAHAHAHAHA” . Ini dosen jelas bukan dosen yang selama ini gue kenal galak mengajar di depan kelas, dia 180 derajat berubah. Ternyata dosen juga manusia biasa saja.

Kedua, Pejabat Eselon Kementerian yang ternyata adalah….

Selain dosen, kayaknya ini salah satu momen paling awkward, aneh dan menegangkan seumur hidup gue dalam menjalani proses interview narasumber siaran. Narasumbernya seorang pejabat eselon di kementerian lingkungan hidup. Sebetulnya beliau bukan gue yang interview, tapi Melanie Ricardo dan Ichsan Akbar (penyiar pagi Trax Fm tahun 2009). Sekali lagi takdir menjebak gue untuk proses interview ini. Jadi pagi itu gue datang siaran untuk menggantikan Melanie Ricardo yang berhalangan siaran, yes gue Cuma penyiar pengganti di pagi itu. Apesnya, si Ichsan yang seharusnya jadi partner siaran gue terlambat bangun pagi dan akhirnya ngga dateng siara, JUARA !!! akhirnya pagi itu gue siaran sendirian ditemani 2 orang produser pagi. Produser pagi itu bilang kalo jam 9 pagi ini gue akan menginterview seorang pejabat eselon dari kementerian lingkungan hidup dan juga 2 orang penerima award dari kementerian tersebut. Dikepala gue saat itu ada seorang bapak – bapak serius dan 2 anak muda ambisius yang akan gue interview.

Jam 8.30, narasumber 2 orang penerima award udah dateng ke studio, ternyata mereka tidak sekaku itu untuk diajak ngobrol mungkin karena masih seumuran. Jam 09.00 waktu untuk interview narasumber ini, Cuma si Bapak Pejabat ini memberi kabar kalo dia akan telat hadir sekitar 15 menit jadi interview dimulai saja tanpa beliau. Awalnya proses interview ini berjalan seru, 2 orang narasumber gue ini adalah penerima award dari event yang dibuat oleh Kementrian lingkungan hidup saat itu. Sampai akhirnya ada sesosok wanita yang gue kenal masuk ke kantornya Trax FM dan bikin jantung gue berhenti sesaat. Wanita tersebut langsung menyapa gue” Halo Patraaaa…maaf ya om dateng terlambat ya?” gue speechless Cuma bisa senyum. Dalam hitungan detik Bapak pejabat kementerian yang ternyata suami wanita tersebut masuk juga ke kantor TRAX Fm. Gue SHOCK, diam dan hamper mengibarkan bendera putih untuk bisa melanjutkan interview pagi itu. Gue langsung cerita ke 2 orang produser pagi Trax FM saat itu kalo interview ini sangat berat buat gue. Bukan karena topiknya tapi karena narasumbernya.

Baiklah gue akan jelaskan siapa Bapak pejabat tersebut dan siapa istrinya yang menyapa gue tadi, mereka adalah ORANG TUA dari GEBETAN gue di kampus. MAMPUS GA LO !!!!.

Sedikit bercerita aja kalo si bapak ini selalu pasang muka kenceng setiap gue datengin rumahnya untuk ketemu anaknya, STANDART BAPAK-BAPAK overprotective yang punya anak perempuan. Gue pernah dateng ke rumahnya karena anaknya lagi sakit dan biasalah laki – laki, dimana gebetan mengalami derita maka disitulah kita melihat peluang. Gue dateng kerumahnya, ngobrol di terasnya dan si Bapak pun dengan kaos singlet dan celana boxernya keluar rumah sambal bilang “Kalo mau ngobrol di dalam saja, anak saya masih sakit”. Busyetttt galak amat ya. Di dalem rumah kita ngobrol diruang tamu dan si bapak duduk Cuma berjarak 5 meter dari kita sambil main gitar. Skill sang Bapak ini memang diatas rata – rata. Jadilah gue ngapelin gebetan gue ngobrolnya bisik – bisik dengan backsound suara gitar yang dimainin bapaknya. Suasana ngobrol gue sama si gebetan diiringin Santana tapi ditodong pake pistol sama Paspampres.

Dengan keringat dingin gue memberi pertanyaan demi pertanyaan sesuai dengan daftar pertanyaan yang dibuat oleh produser siaran. Nyokapnya gebetan gue menunggu diluar studio sambil sesekali senyum kedalam melihat gue interview suaminya. Disela- sela lagu saya selalu pamit permisi untuk ke kamar mandi dan mencari kesibukan supaya tidak terlalu banyak dialog diluar topik interview. Sampai akhirnya interviewpun selesai…Gilaaaa ini bukan lagi bagaikan nahan kentut 4 jam, proses ini kayak nahan kentut 1 tahun dan akhirnya bisa keluar. Silahkan didefinisikan sendiri.

Selesai interview gue pun coba basa- basi dengan orang tua gebetan gue ini.

Si Bapak : “ terima kasih ya pat, tadi interviewnya bagus. Temen om banyak yang denger nih

Gue : “Iya Om, mudah – mudahan puas ya

Si Ibu : “Patra apa kabar sih? Kok udah ngga pernah kerumah?”

Gue : “Iya tante, lagi sibuk siaran sama kuliah soalnya sekarang jadi susah kalo mau main – main”

Si Bapak : Oklah, om pamit dulu ya, masih ada urusan

Si Ibu : “Tante pamit ya patra, kapan – kapan main kerumah lagi

Gue : Iya om, tante nanti main-main kerumah lagi (Dalam Hati : Gimana mau main kerumah lagi om, tante? Anaknya aja udah pacaran sama orang lain ?!” * nangis dalem hati*)

 

4853_95611908057_2333428_n (1)

 

Inilah penampakan setelah interview (Senyum gw 100% palsu)

5 Pertanyaan STANDART pas interview Band yang lagi Promo album baru

Metode pertanyaan ini mungkin udah dipake dari jamannya interview pertama kali di dunia dan sampai hari ini.
Untuk musisi/Band yang masih baru jelas masih semangat untuk ngejawab pertanyaan – pertanyaan ini, tapi untuk musisi atau Band yang udah lama terjun ke industri dan ngelewatain momen promosi karya mereka jelas bosen banget dengan pertanyaan – pertanyaan ini bahkan kadang terkesan males-malesan untuk ngejawabnya.

5 pertanyaan STANDART yang paling sering ditanyain ke musisi/band yang lagi promo

1. Ceritain dong soal album kalian?
2. Berapa lama proses kalian bikin album?
3. Kenapa lagu “x” dipilih jadi single dan jagoan di album kalian?
4. Ada ngga musisi yang ngebantu di album kalian?
5. Apa yang ngebedain album kalian yang ini dengan album sebelumnya?

Bonus *
Gimana makanan dan cewek Indonesia menurut kalian? (kalo pertanyaan ini standart pertanyaan untuk artis luar negeri)

dan entah kenapa selalu ada jawaban template dari musisi juga untuk ngejawab sebuah pertanyaan yang sampe sekarang gue juga sulit untuk mendefinisikannya.

Jawaban itu adalah : “Di album ini kita sudah lebih DEWASA daripada album sebelumnya”

kadang gue pengen bikin pertanyaan lanjutannya dengan…..DEWASA? apa album baru kalian sudah akhil baligh dan mimpi basah maksudnya? hehehe….

(Istri seorang tentara) yang lari dari tanggung jawab

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan TKPnya terjadi daerah tebet, persisnya diperempatan jalan belakang gelael Mt.Haryono. Kondisi jalanan di perempatan siang itu memang sangat padat jadi mobil saling bergantian memberi jalan. Sampe akhirnya mobil saya ada di ujung perempatan mau belok ke kiri, tp karena ada mobil honda yg sudah masuk dulu saya akhirnya berhenti dan memberinya jalan.

Braakkkk..dalam hitungan detik ada suara tabrakan di bagian body belakang mobil saya karena si pengendara mobil honda belok terlalu tajam yg akhirnya bagian pintu depannya menabrak body belakang mobil saya. Mungkin karena panik si mobil honda ini terus menginjak gas dan maju sampai baret di mobilnya mulai dari pintu depan sampai body belakang. Saya yg kaget langsung turun dan melihat kondisi mobil saya. Ternyata mobil saya kena bagian bumper belakang deket ban belakang dan body sedikit penyok, sedangkan si mobil honda baret panjang dari depan sampai belakang.

Setelah ditahan masyarakat sekitar dan kami masing-masing memarkirkan mobil kami, disitulah saya baru tahu pengendara mobil honda tersebut adalah seorang ibu yg bernama Agustina sedang membawa anaknya yang berumur 4 – 5 tahun. Kalimat pertama yang muncul dari si ibu adalah “dek maaf ya dek,saya lagi buru-buru soalnya, saya mau jemput orangtua saya yg sepuh lagi di gereja“. kalimat keduanya “saya juga panik karena banyak mobil dan banyak bunyi klakson tad bikin panic banget“. Lalu saya nanya “trus mobil saya gimana nih bu?” Iya nanti saya ganti kerusakannya,kira kira berapa ya?” Karena saya tidak tahu maka saya bilang akan ngecek dulu dan nanti saya kabari si ibu ini.

Berkali kalo dia minta maaf bahkan ketika saya telpon istri saya dia juga berulang kali minta maaf. Satu lagi alasannya ibu ini kenapa bisa nabrak “maaf ya dek,saya ga biasa nyetir mobil matic”. Bahkan ketika berbicara dengan istri saya di telepon dia masih minta maaf, mengaku salah dan bersedia untuk mengganti. Karena saya kasihan dia berkali kali bilang buru – buru mau jemput orangtuanya yang sudah sepuh, Akhirnya kita mufakat masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan si ibu mau bilang ke suaminya dulu. Ibu Agustin ini juga setuju mengganti kerusakan dengan negosiasi kalo bisa jangan dibengkel resmi karena mahal. Bodohnya saya tidak menahan SIM atau STNK si pelaku karena awalnya saya percaya ibu Agustin ini orang baik. Setelah survey ke bbrp bengkel (mulai dari bengkel resmi sampai bengkel pinggir jalan) akhirnya saya lapor ke ibu Agustin ini estimasi biayanya. Saya coba telepon ga diangkat dan saya SMS. Dua jam kemudian ibu Agustin menelpon balik dan bilang masalah ini nanti diurus sama “orang suami”nya. Dalam hati gw pikir “wah aparat dong nih kayaknya?”.

Sekitar jam 7 malam ada telepon dari seorang laki-laki dengan suara berat dan berlogat batak , ternyata orang ini adalah si “orang suami”nya itu. Pria ini mengaku bernama Martin. Dengan nada keras tiba-tiba dia mau bawa mobil saya ke bengkel langganannya dia,otomatis saya menolak. Alasan saya logis, masa mobil saya mau dibawa begitu saja sama orang yang saya tidak kenal sama sekali dan dibawa ke bengkel yang saya tidak tahu kualitasnya. Setelah saya menolak dia bilang yasudah kalo emang begini saya bawa polisi saja. Gila apa-apaan nih, siapa dia kok tiba-tiba bawa polisi? Saat itu juga langsung saya matikan komunikasi dan saya lapor ke bu agustin “bu kok orang ibu jadi marah-marahin saya bu?” Lalu si ibu Agustin bilang “Abis kamu ga mau solusi yg kita tawarkan sih?” What? Gue harus setuju dengan bengkel rujukannya dia itu (bengkel itu di daerah Buaran). Saya ngotot ngga mau dan bersikeras tetap mau di bengkel rekomendasinya. Saya coba telp semaleman Ibu Agustin ini untuk mencari jalan keluarnya tapi TIDAK DIANGKAT. !!

 

Image

Ini mobil Ibu Agustin yang baretnya dari pintu depan sampai belakang

Image

Ini mobil saya yang bagian belakangnnya ditabrak oleh Ibu Agustin

Image

Ini Identitas Ibu Agustin

Paginya saya coba telpon2 lagi tetap nihil ga diangkat sampe akhirnya dia SMS kalo kejadian kemaren itu adalah Kesalahan saya dan dia mau selesain di polisi saja. Si orang bernama Martin inipun dengan suara intimidatifnya di telepon dan mengajak ke polsek karena sudah ada 4 saksi yang siap membelanya karena mereka (katanya) bersaksi kalo kejadian ini saya yang salah. Pak Martin orang suruhannya ini juga bilang ini udah bukan urusan Ibu Agustin lagi karena sudah diserahkan masalah ini sepenuhnya oleh dia sampai selesai. Gimana bisa menyelesaikan masalah tapi orang ini tidak ada di TKP dan Ibu Agustin buang badan tidak lagi mau terlibat dalam masalah ini?

Terakhir si ibu Agustin ini katanya udah ke kepolisian dan bikin BAP. Gue bukan ga mau menyelesaikan masalah ini ke kepolisian, tapi gue punya beberapa alasan kenapa gue enggan datang ke kantor polisi utk urusan begini.

 

  1. Lah kan gue yang ditabrak? Kenapa kesannya jadi “sama sama” salah ya?
  2. Dari awal Ibu agustin udah mau ganti, berarti secara ga langsung sudah mengaku salah dong, lalu kenapa tiba – tiba bawa ke polisi? Apakah setelah diskusi dengan suaminya trus suaminya jadi ga terima?
  3. Kalo mau ke polisi ya harusnya bareng dong.Ini kok dia duluan? Bagaimana kita bisa yakin pihak polisinya nanti tidak berat sebelah? Secara TNI juga pasti “dipandang lebih sama polisi. Polisi itu juga nggak ada di TKP cuma berdasarkan saksi yang lihat aja mending sekalian bawa tukang bengkel jadi saksi ahli

 

 

Notes : Maksud saya memposting identitas ibu Agustin bukan untuk untuk menjelek – jelekan tapi supaya yang baca tulisan ini dan kenal dengan Ibu Agustin untuk sampaikan pertanggung jawabannya menyelesaikan masalah ini karena saya hubungi tidak ada respon

5 Tipe Orang yang hadir di Car Free Day

5 Tipe orang yang ada di CFD

1. Si Ambisius

Tipe orang ini memiliki passion terhadap olahraga lari. Orang ini juga Selalu berusaha memecahkan rekornya sendiri yg dibikin setiap minggunya. Biasanya untuk tipe orang yang ini selalu datang paling pertama dan pulang paling terakhir.

2. Si Poser

Orang ini cuma hadir di CFD utk pamer kegiatannya dan ngepost di sosial media. Tipe Orang yang kayak gini lebih cape foto-foto daripada olahraganya. 

3. Si Follower

Orang ini hadir di CFD karena ada tekanan lingkungan pertemanannya yg ngajakin seru-seruan di CFD. Kalo sampe si orang ini ga hadir takut nantinya bakal dikucilkan di lingkungannya. Biasanya tipe orang ini tergabung dalam komunitas tertentu yg menjadikan momen CFD sebagai momen eksistensi komunitasnya tersebut.

4. Si Opportunis

Orang ini hadir di CFD karena adanya kewajiban pekerjaan dan mencari keuntungan yang mengharuskan dia datang minggu pagi di Area CFD. Orang ini hadir di CFD dengan tujuan tertentu , misalnya berdagang atau mempromosikan sesuatu. 

5. Si Couple

Orang ini hadir di CFD sebagai tempat mengisi waktu kegiatan pacaran atau ngajak gebetannya. Bosen setiap minggu kegiatan pacarannya cuma ke mall, nonton,makan,atau check in? Ya sekali kali nyoba CFD-anlah (itupun setelah malem minggunya check-in dulu)

NEPOT is ME

Tahun 2009 gue baru lulus kuliah dengan gelar Sarjana Politik yang setiap hari mencaci maki orang – orang yang melakukan praktek KKN. Hasrat anak muda yang baru lulus kuliah yang merasa tahu segalanya protes setiap hari. Tapi tadi sore ditengah kemacetean Jakarta gue lagi flashback hidup gue kebelakang dan baru sadar, bukannya gue juga melakukan Nepotisme ya di pekerjaan gue? Trus apa bedanya gue sama orang – orang yang selalu gue cibir di TV?

Definisi mudah dari Nepotisme di Wikipedia berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Dari arti yang sesimpel ini, coba diingat lagi pernah nggak lo melakukannya dalam kehidupan sehari – hari?!

.

Gue? PERNAH.

Tahun 2006 gue mendapatkan pekerjaan formal pertama di Trax FM Jakarta karena ada sahabat gue yang udah lebih dulu kerja disitu dan nawarin gue lowongan yang kosong. Temen gue merekomendasikan gue ke atasannya untuk merekrut gue sebagai karyawan disana. Jelas gue keterima tanpa kesulitan.

Lalu Apakah itu Praktek Nepotisme? pasti lo berpikir mungkin karena memang kemampuan gue yang bikin gue diterima. Belum tentu.

Setelah gue masuk, gue melihat banyak banget tumpukan CV Lamaran yang belum disentuh untuk melamar di tempat kerja gue. Lalu apakah gue lebih hebat daripada mereka? Tidak. Gue keterima karena gue kenal sama temen gue yang di dalam. Iya gue mendapatkan keuntungan dari praktek Nepotisme.

Selanjutnya tahun 2009 gue pindah dari Trax FM ke Gen FM Jakarta dengan Nepotisme juga. Senior gue dikampus pada tahun itu sedang menjabat sebagai Program Director di Gen FM. Kebetulan ditempat itu sedang membutuhkan tambahan penyiar baru. Sekali lagi tanpa kesulitan gue bisa bergabung dengan Stasiun Radio nomor 1 di Jakarta dengan praktek Nepotisme.

Apakah gue merugikan orang lain? Jelas, karena sekali lagi gue melihat CV dan Surat lamaran yang menumpuk untuk berada di posisi yang gw dapatkan.Sedangkan gue, Jangankan CV, Ijazah gue pun belum pernah dipakai sekalipun untuk melamar pekerjaan. Lalu apa ada yang salah dari Nepotisme? Buktinya Sampai hari ini Gen FM masih ada di posisi radio nomor 1 di JAKARTA.

Berarti ngga ada salahnya juga dong NEPOTISME. Bukannya dari jaman Reformasi sampai hari ini semua orang berteriak untuk menghapus praktek Nepotisme?

Buat gue Nepotisme tidak 100% salah. Sebenarnya faktor kedekatan yang membuat kita mempercayakan sesuatu kepada orang lain. Kenapa temen gue lebih memilih untuk menawarkan pekerjaan ke gue daripada harus menyeleksi secara acak orang yang mengirim cv? Karena adanya faktor kedekatan tersebut bukan? Sekarang kalo lo masih berteriak “Hapuskan KORUPSI, KOLUSI, dan NEPOTISME” coba pikirkan dulu keuntungan apa yang pernah lo dapatkan dari Praktek KKN itu? Jangan – Jangan selama ini lo berteriak bukan karena menuntut keadilan, tapi karena belum kebagian.

Perempuan memang lambat

Tulisan ini gue bikin bukan untuk menomorduakan gender perempuan apalagi merendahkan gender perempuan. Pengartian lambat disini gue tulis berdasarkan pengalaman dan pengamatan setiap hari kalo perempuan itu memang lambat. Boleh setuju atau tidak, nanti dulu… tahan pendapat kamu setelah membaca analisa pengamatan yang gue kerjain.

Kita runut dari sejarah manusia pertama di dunia, Adam dan Hawa. Mungkin dari sini udah menjadi takdir dan pertanda dari tuhan kalo pria dilahirkan lebih dulu sebagai simbol gender yang lebih cepat dibandingkan perempuan. Gue ngga mau terlalu sok tahu untuk urusan agama, tapi dari pengetahuan yang gue dapet hawa diciptain tuhan ke dunia untuk nemenin Adam yang berarti Hawa akan selalu siap mengikuti dibelakang apa yang dibutuhkan oleh Adam. Bukan begitu? Gue yakin para pembela kaum perempuan tidak akan pernah setuju dengan pendapat gue ini.

 Image

Okelah kita bergerak jauh menuju masa sekarang untuk melihat bagaimana perempuan itu memang lebih lambat dibandingkan laki – laki.

Image

 

Seandainya ada perlombaan berpakaian antara laki – laki dan perempuan, mungkin laki – laki akan selalu menjadi juara bertahan. Buat yang sudah menikah atau tinggal serumah dengan lawan jenis, mungkin kalian akan tau berapa lama perbandingan waktu yang dilakukan oleh laki – laki dan perempuan mulai dari bangun pagi – mandi – sampai berpakaian lengkap dan pergi beraktivitas. Kebanyakan wanita udah mikirin akan berpakaian apa untuk keesokan harinya dari malam sebelumnya. Sebelum tidur dikepala mereka sudah mulai membayangkan kombinasi pakaian yang akan dipakai untuk keesokan harinya. Meskipun bayangan kombinasi berpakaian itu sudah ada dari malam sebelumnya, di detik – detik terakhir kombinasi itu bisa berubah dengan 1001 alasan untuk diganti lagi. Setelah 30 menit mencocokan pakaian untuk dipakai wanita perlu waktu sekitar 5 menit berkaca dan meyakinkan diri kalo inilah pakaian yang cocok untuk dipakai. 

Pertanyaan yang muncul dikepala ketika depan kaca :

  1. Apakah gue terlihat gendut dengan pakaian ini?
  2. Apakah kombinasi warna dari sepatu, celana, tas, baju sampe asesoris lainnya udah cocok?
  3. Apakah gue terlihat cantik didepan gebetan dan temen – temen gue?
  4. Apakah gue lebih cantik daripada saingan gue?
  5. …Silahkan diisi untuk poin selanjutnya…

Gue bisa saja salah tapi gue tetep yakin gue benar hahaha…masih tidak sepaham? Mari kita ke contoh lainnya

 Image

Apakah lo pernah liat antrian kamar mandi setelah bubaran nonton di bioskop? Mana yang antriannya lebih panjang? WC laki – laki atau WC perempuan. Gue rasa disini semua setuju dengan jawaban yang sama. Kayaknya gue ngga perlu mencontohkan bagaimana laki – laki dan perempuan melakukan kegiatan pipisnya kan? Yang jelas dari segi biologi tuhan menciptakan cara pipis wanita dibuat lebih ribet dibandingkan laki – laki. Waktu yang dibutuhkan wanita untuk pipis minimal menghabiskan waktu 1 menit di dalam bilik kamar mandi. Sedangkan pria hanya membutuhkan 10 – 15 detik untuk menyelesaikan hajatnya dikamar mandi. Hitungan matematikanya laki – laki lebih cepat 5x lipat dalam waktu menyelesaikan hajat biologisnya.

Sudahlah takdirnya begitu terima saja. Tuhan menciptakan secara biologis wanita lebih lambat daripada laki – laki. Secara biologis ya termasuk orgasme. Bukankah tuhan pun membuat takdir biologis dalam urusan sex juga laki – laki lebih cepat orgasme daripada perempuan? Kalo yang terakhir semua wanita pasti setuju. Sudahlah terima saja.

Image